Hari ini, malam ini
Ketika bulan tersenyum berseri
Aku di sini, berlutut di atas satu kaki
Aku meminangmu atas nama cinta

Masihkah kau ingat detik pertama kita bersua?
Masihkah kau ingat detik pertama kita berdansa?
Masihkah kau ingat detik pertama kunyatakan cinta?
Masihkah kau ingat senyum malumu waktu itu, tawa tak percayamu waktu itu, kerut keningmu waktu itu?

Karena, maaf
Aku tak ingat itu semua

Aku hanya seorang lelaki tak berjiwa
Yang tak mampu merekam itu semua
Dalam jiwaku, dalam hatiku, untukmu sang kunci asa

Aku hanyalah seorang bajingan yang masih melirik setiap gadis ayu yang bertukar langkah dengan kita
Aku hanyalah seorang lelaki tak sempurna yang membuatmu menangis selalu
Aku hanyalah seorang lelaki
Yang tak akan pernah mengerti
Betapa berharganya setiap detikku bersama dirimu
Dan betapa aku hampir menghancurkan itu

Dan aku di sini, masih berlutut di atas satu kaki
Mengenang setiap detik samar dirimu bersamaku
Memberanikan diri walau tanpa mas kawin apa-apa

Aku meminangmu, atas nama cinta
Hanya cinta
dan akan selalu cinta

Aku mencintaimu dengan sebuah cinta abadi
Cinta yang tidak akan mati
Sampai aku mati

Dan dengan ini,
Aku, lagi-lagi masih berlutut di sini
Meminangmu, atas nama cinta

Dipersembahkan untuk sepasang mempelai baru pada hari pernikahan mereka, Toa Koko, Hendrik Tanoto dan Toa So, Fung Yin 蒋 (蒋凤云)