Ukiran di atas batu nisan adalah kata
Ukiran di atas tanda jasa juga adalah kata

Kutukan adalah kata
Berkat juga adalah kata

Kata mengangkat manusia dari ambang sadarnya
Namun kata juga menghempaskannya ke neraka

Kata
Lambungkan jiwa
Menghunjam jiwa
Menjemput nyawa
Juga mengantar nyawa

Sungguh
Lidah tajam memotong leher yang punya
Sungguh benar adanya
_________________________________________________________________

Hari ini saya menonton sebuah wawancara psikiatri secara langsung untuk pertama kalinya (eh, mungkin ke sekian kalinya? Tapi hari ini yang paling membekas). Dan di sinilah, saya sangat memahami arti kata “Pena lebih tajam daripada pedang”. Pena berarti kata. Psikiater yang mengagungkan lidahnya yang sebanding dengan alat canggih untuk diagnosis dan terapi penyakit lain, tidak sekedar omong kosong belaka.

Saya juga melihat sebuah wawancara basa-basi belaka. Wawancara yang jika saya yang menjadi pasiennya, maka saya akan menganggap dokter tersebut menganggap saya bodoh.

Saya juga mendengar kata-kata sederhana, kurang dari tiga kata, namun sangat menyakitkan hati saya. Dan hal ini dikeluarkan oleh seorang calon psikiater yang mengaku lidah adalah senjata penyembuh mereka.

Sungguh, kata-kata sangatlah berbahaya.

Dan saya mengingat kembali lidah saya sendiri. Yang terkadang menyakitkan hati orang lain. Yang beberapa kali hampir menebas leher saya sendiri. Yang mungkin suatu hari nanti akan berhasil.

Saya harus berubah.

Kata-kata memang berbahaya.