Melompati batangan besi
Menjumput segenggam rumput
Memanggil anak-anaknya
Yang datang menetek padanya

Suara bising denging menggaung setiap harinya
Binatang-binatang liar mengaum melewati sekitarnya
Pernah sekali hampir dilahap sang muka besi
Untung sempat melarikan diri

Malam tiba ditarik paksa
Sosok kaki dua berwajah hampa
Dibatasi jeruji bambu keji
Untuk dilepas lagi esok hari

Kawan datang dan pergi
Namun setiap bulan telah berubah dua belas kali
Yang menghilang lebih lagi
Dan tak pernah kembali

Hari ini
Mati tanpa sempat bermimpi
Dilahap sang muka besi
Kini tergeletak, mati di atas batangan besi

Kambing di sela rel Stasiun Kota
Mungkinkah kau bernasib sama?
Ataukah ini ceritamu sebenarnya?