K0MP4S.Com Slap him if you wanna him alive. Kalimat ini adalah kalimat yang paling sering teriang-iang di telinga para veteran yang bekerja di lingkungan sangat dingin, misalnya di kutub. Hal ini disebabkan karena ada kepercayaan bahwa jika kesadaran seseorang menurun akibat hipotermia, maka akan lebih sulit untuk menaikkannya kembali dibanding dengan mempertahankan kesadaran tersebut di tingkat tertentu, walaupun dengan cara memberikan rasa nyeri. Namun, pepatah ini ternyata juga berlaku pada kasus yang terjadi di Wensington, Alaska.

James Bullspitt tidak pernah menyangka bahwa ia akan menyelamatkan nyawa saudara kandungnya, Phillip, ketika ia menampar saudaranya itu di tengah tiupan angin dingin di Alaska saat itu. Namun itulah yang terjadi ketika Phillip diserang oleh seekor beruang ganas.

James, Phillip, dan ayah mereka, Barn, sedang menyeberangi lautan salju menuju cottage mereka ketika seekor beruang, tanpa provokasi, menyerang Phillip. Sebuah cabikan merobek dinding perutnya, walaupun tidak lebar, namun cukup dalam sehingga Phillip langsung tersungkur kehabisan darah. Setelah mengusir beruang itu dengan tembakan senapan ke udara, Barn mencoba menghentikan perdarahan dengan menekan luka dengan segumpal kain cabikan jaketnya. Namun, darah terus merembes. James yang ketakutan melihat darah yang terus mengucur dari perut Phillip hanya bisa menatap cemas. Dalam paniknya, satu-satunya kata-kata yang mengiang-iang di telinganya membuat ia menampar Phillip dengan kuat dua kali tanpa sempat dicegah ayahnya. Ajaib! Darah berhenti merembes secara perlahan, dan Phillip berhasil ditolong.

Dokter yang menyelamatkan Phillip, Rodri Chen, MD, mengatakan bahwa cara yang tak sengaja dilakukan James, adalah cara yang mungkin tidak lazim untuk menghentikan perdarahan, namun memiliki unsur fakta medis di dalamnya. Rasa nyeri dapat merangsang tubuh untuk memproduksi adrenalin dalam jumlah besar secara mendadak. Adrenalin memiliki salah satu fungsi yaitu vasokontriksi, menyempitkan pembuluh darah tepi, sehingga dapat menghentikan perdarahan. Tentu saja, kadar adrenalin tersebut tidaklah cukup untuk menghentikan perdarahan besar, sehingga dap atau menekan luka tetaplah diperlukan. Cara ini juga hanya boleh dilakukan dalam keadaan emergensi, karena menyebabkan trauma fisik. Selain menampar, cara yang dianjurkan antara lain menekan tulang dada dengan buku-buku jari, menjepit kuku, atau menekan daerah di sekitar mata (periorbital). Cara-cara tersebut lebih mengurangi trauma fisik tanpa mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan.

Jadi, siapkan hati anda untuk menampar yang terkasih anda, untuk menyelamatkan hidup mereka. (rd)

Cat: Berita palsu ini hanya untuk lucu-lucuan, dan tidak untuk disebarkan tanpa keterangan bahwa berita ini palsu! Saya sangat membenci hoax, oleh karena itu, bagi siapa yang menggunakan berita ini untuk mengganggu ketentraman orang lain, semoga ia diganjar UU ITE.