“Once upon a time….” (Pada zaman dahulu kala….)
“And they lived happily ever ever after….” (Dan akhirnya mereka hidup bahagia selamanya….)

Dua kalimat di atas adalah kalimat yang menjadi trademark sebuah fairy tale, atau terjemahan jeleknya dongeng. Kisah-kisah yang didengung-dengungkan kepada semua anak-anak (oke, hampir semua), dengan pesan moralnya masing-masing. Dongeng-dongeng kecil itupun berkembang menjadi “dongeng-dongeng” untuk remaja dan dewasa, dalam bentuk novel, film, bahkan lagu beraneka genre. Lebih kompleks, lebih ribet, namun semuanya menyajikan sebuah hal yang sama: sebuah dunia yang lebih baik, sebuah dunia impian. Sebuah khayalan.

Mengapa fiksi begitu digemari? Jawabannya sederhana: karena fiksi menyajikan sebuah dunia yang lebih “menarik” dibandingkan dengan kehidupan kita yang datar. Sebuah dunia yang jauh lebih “menantang” dibandingkan kehidupan nyata yang, anda tahulah.

Namun, para pengarang terkenal mengeluarkan kata-kata berikut ini:

“Truth is always strange; Stranger than fiction.”
Lord Byron (1823), Don Juan, Canto XIV, Stanza 101.

“Life is infinitely stranger than anything which the mind of man could invent. We would not dare to conceive the things which are really mere commonplaces of existence. If we could fly out of that window hand in hand, hover over this great city, gently remove the roofs, and peep in at the queer things which are going on, the strange coincidences, the plannings, the cross-purposes, the wonderful chains of events, working through generations, and leading to the most outre results, it would make all fiction with its conventionalities and foreseen conclusions most stale and unprofitable.”
Sir Arthur Conan Doyle, A Case of Identity (1891)

“Good books tell the truth, even when they’re about things that never have been and never will be. They’re truthful in a different way.”
Stanisław Lem, “Pirx’s Tale” in More Tales of Pirx The Pilot (1983)

Truth is stranger than fiction, but it is because Fiction is obliged to stick to possibilities; Truth isn’t.
Mark Twain, Following the Equator (1897), ch. 15

Dan masih banyak lagi di Wikiquote.

Apa arti dari ini semua? Artinya, bahwa sebenarnya, fiksi lahir dari kenyataan. Bahkan, kenyataan lebih fiksi daripada fiksi. Kalau begitu, mengapa hidup terasa lebih datar? Ada dua alasan yang mungkin; anda menutup mata, atau anda belum menikmati hidup yang sebenarnya.

“Once upon a time….” berarti suatu hal yang PERNAH terjadi, namun sudah dilupakan kapan, di mana, dan bentuk persis kejadiannya. Artinya, anda bisa menjadi tokoh utama dongeng anda sendiri. Karena setiap fiksi berbasis dari kenyataan.

Life is the most wonderful fairy tale. Saya tidak tahu di mana saya mendengar ini, namun, itulah kenyataannya. Sekarang pertanyaannya adalah, mampukah anda mengukir dongeng anda sendiri supaya berakhir dengan “And they lived happily ever ever after….”?

PS: Enchanted adalah bentuk yang bagus sekali dari integrasi sebuah dongeng dalam kehidupan nyata. Cobalah menontonnya.