Seorang kakek menuangkan teh ke dalam cangkir kesayangannya. Salah satu cucunya menatap penuh keingintahuan. Sang kakek tersenyum, lalu berkata,

“Cucuku, di sini ada secangkir teh hangat. Aku mengisi cangkir ini sehingga ia hampir penuh. Nah, sekarang, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengisinya lagi sampai ia meluber keluar dan menyia-nyiakan teh bagus ini, ataukah aku membuang teh yang udah ada di dalamnya? Ingat, sekali cangkir ini kosong, Nenek akan mengambil cangkir ini dan mencucinya. Dan selesai pula acara minum teh kita kali ini.”

“Saya akan minum dulu tehnya Kakek, sebelum saya mengisinya kembali,” jawab anak tersebut sambil mengerutkan keningnya, memikirkan apa makna sebuah pertanyaan bodoh ini.

“Kalau demikian,” kata Kakek itu,”ini ada sebuah cangkir kosong.” Ia mengambil sebuah cangkir dari tatakan. “Apa yang akan kamu lakukan padanya? Apakah kamu akan mengisinya sampai tumpah, dan terus mengisinya, ataukah kamu akan mengisinya sekali, meminumnya, lalu selesai?”

“Saya tetap akan mengisinya, meminumnya saat ia penuh, lalu mengisinya kembali Kakek,” jawab anak itu sambil mulai bertanya-tanya tentang inteligensi Kakeknya.

“Demikian juga dengan hidup, Nak,” jawab Kakek sambil tersenyum, menyodorkan gelas yang baru diisi tersebut kepada anak itu. Sang cucu pun tersenyum lebar, menyambut cangkir tersebut, dan segera melupakan pertanyaan konyol Kakeknya.

“Tapi jangan lupa,” lanjut Kakeknya, setengah melamun, “Kita tak bisa minum teh sepanjang hari. Kau bisa kembung!” lanjutnya terkekeh.

Bukankah sudah jelas? Jika cangkir kehidupan kalian sudah penuh sampai kalian ingin berteriak, apakah kalian masih akan mengisinya lagi? Ataukah kalian malah membuang semuanya? Duduklah, dan nikmati teh kehidupan anda. Dan jangan lupa untuk mengisinya kembali, sebelum anda mengeringkan cangkir itu, sebelum Nenek mengangkat cangkir anda ke bak cucian. Namun ingat, tak selamanya anda berada dalam acara minum teh. Apapun yang terjadi, cangkir pasti akan dicuci. Masalahnya adalah, apa yang anda lakukan selama anda memiliki cangkir itu.