Orang-orang sering berkata.
“Rod, ngapain sih nulis-nulis begituan? Gak penting banget sih.”
“Ih, gw suka jijik lho ama cowo-cowo yang suka nulis puisi.”
“Rod, iseng banget sih baca-baca buku-buku gituan? Belajar sono!”

Membaca dan menulis. Dua hal ini adalah dua hal yang menjadi kewajiban setiap umat manusia, agar mampu berinteraksi lebih dalam hidupnya. Namun, keduanya memberikan arti yang lebih dalam hidup saya.

Reading is my passion of life (apa sih terjemahan passion?). Mengapa? Karena dengan membacalah, saya dapat “kabur” ke sebuah dunia yang berbeda. Kabur ke sebuah dunia lain adalah cara saya untuk sebuah pertolongan pertama pada masalah hidup. Namun, tidak hanya hal itu. Novel, artikel di koran, atau mungkin sepotong artikel di Wikipedia adalah informasi yang sangat berharga bagi saya. Tulisan-tulisan itulah yang mengukir hidup saya, membuat saya seperti sekarang apa adanya. Membuka wawasan saya, bukannya sombong, sedikit lebih luas. Membuat saya lebih memahami dunia. Tak kenal maka tak sayang. Bagaimana mungkin anda mencintai dunia jika anda tidak mengenalnya?

Menulis adalah sisi lain dari membaca. Jika dengan membaca saya mengisi hidup saya, maka menulis adalah menuangkan hidup saya. Saya bukanlah fotografer hebat seperti teman-teman saya yang mampu menuang kreativitasnya dalam bentuk jepretan. Saya bukanlah seniman desainer layaknya salah satu sahabat saya. Saya bukan seorang seniman yang mampu menuangkan kreativitasnya dalam bentuk coret-coretan di atas kertas. Yang saya punya hanyalah rangkaian kata-kata bodoh di kepala saya, dan sebelum saya mati karena meledak, lebih baik saya menuangkan tulisan tersebut. Isinya beraneka rupa, seperti layaknya saya yang diterpa aneka rupa pesona hidup. Isinya kadang-kadang memicu perdebatan, suatu hal yang membuat saya sangat senang, lebih senang daripada apresiasi berupa “Bagus Rod!” (tidak berarti saya tidak menghargai ucapan itu. Thanks semua). Mengapa puisi? Entahlah. Mengapa artikel? Mengapa prosa? Entahlah. Itu tergantung suasana hati.

Membaca adalah cara saya mengisi hidup, dan menulis adalah cara saya berbagi hidup. Terima kasih untuk kalian yang telah membacanya, dan terima kasih pula untuk kalian yang mengomentari tulisan-tulisan bodoh itu. Dan terima kasih pula untuk orang-orang yang ucapannya saya kutip di paragraf paling atas.

-Tulisan paling iseng di antara semuanya-