Note ini berbicara masalah filosofi; bukan masalah cara. Note ini menunjukkan sisi gelap dari sebuah senioritas. Tidak semua senior melakukan hal yang sama, note ini hanya mengupas mereka yang melenceng dari jalannya. Note ini hanya membahas sisi neraka, tidak membahas sisi sorganya, sesuai dengan judulnya. Kalau anda merasa ini tidak adil, maafkan saya.

___________________________________________________________________________________________

Yang paling tahu, Yang Lebih Tua
Yang paling benar, Yang Lebih Tua
Yang Muda, tahu apa?
Yang Muda, diam saja!

Yang terbaik, Cara Yang Lama
Bodohlah kau yang ingin perubahan
Salahlah kau yang ingin perubahan
Keris Seribu Tahun tentu lebih tajam dari sekedar belati saja

Jilatlah bokong yang lebih tua
Injaklah kelamin yang lebih muda
Mengapa?
Memang itulah seharusnya
Kau tak tahu apa-apa
Lebih baik diam saja
Sebelum mati dirajam petaka

Yang tua yang berkuasa
Yang muda mati saja
Rantai setan tanpa jeda
Bagaimana mungkin usainya
Kalau tidak dari kita?

Eh!
Apa ini yang sedang kau baca!
Kau berani menghina yang tua?
Pilih mati atau hilang nyawa?

___________________________________________________________________________________________

UUD PENYIKSAAN JUNIOR


PEMBUKAAN
Bahwa sesungguhnya penyiksaan Junior itu adalah kewajiban setiap manusia, oleh karena itu maka segala bentuk perubahan harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kesewenang-wenangan yang disamarkan dalam peri-“kehormatan”.

ISI
Pasal 1
Senior selalu benar.

Pasal 2
Jika Senior salah, lihat pasal 1.
___________________________________________________________________________________________

“… itu ada, karena orang-orang hanya ingat ketika mereka menginjak, dan lupa saat mereka diinjak.”

Catatan Penulis:
Ada yang merasa tersindir? Waduh, masa sih? Bukankah senioritas itu tanpa cacat? Mengapa harus tersinggung oleh suatu hal yang MENURUT ANDA omong kosong?”Yeeee, tersinggung berarti bener….”
(Sebuah kata-kata bijak yang beredar umum di kalangan anak SD)