Saudaraku,
Kalian menuduh kami para mahasiswa memanfaatkan kalian untuk belajar.
Namun kalian tidak mau tahu, bagaimana kami belajar nantinya kalau kami tidak boleh “memanfaatkan” kalian.

Saudaraku,
Kalian menuduh kami dokter Indonesia brengsek semua.
Namun kalian bersorak gembira dan memuji ketika ada sanak saudara kalian yang akan bergabung dalam koloni brengsek ini. Kalian bahkan memaksa anak kalian sendiri untuk bergabung di Koloni Dokter Indonesia Brengsek Sekali (KoDok InSeS)

Saudaraku,
Kalian menuduh kami malapraktik.
Namun kalian tidak tahu bahwa malapraktik berarti prosedur yang salah, bukan mencelakakan pasien akibat tindakan yang memang prognosisnya buruk.

Saudaraku,
Kau bilang kami busuk, berlindung di balik tameng “Informed Consent.”
Namun kalian tidak mau tahu, kalau informed consent itu untuk sebuah tindakan berisiko tinggi. Kalau berhasil, kalian yang untung. Kalau gagal, masa kami yang nanggung?

Saudaraku,
Kalian menuduh kami mata duitan.
Namun kalian bilang, “Anakku, nanti jadi dokter ya. Biar jadi kaya.”

Saudaraku,
Kalian bilang kami tak mau mengabdi untuk rakyat kecil.
Namun kalian mencibir, saat ada dari kami yang ingin mengabdi,”Goblok amat sih, udah susah-susah sekolah malah kerja di kampung.”

Saudaraku,
Kalian bilang kami tak mau membantu fakir miskin.
Namun, Saudaraku, memang pengobatan itu mahal. Siapa yang akan membayarnya? Kami? Itulah mengapa asuransi itu ada.

Saudaraku,
Kalian bilang kami ini bajingan.
Namun ketika kami menyelamatkan jiwamu, kalian cuma bilang,”Panteslah. Gw udah bayar kok.”

Saudaraku,
Dokter Anu mencelakakan XXXmu.
Namun mengapa kau bilang Dokter di Rumah Sakit tempat Dokter Anu bekerja busuk semua? Mengapa kau bilang dokter di kota X tempat Dokter Anu berada brengsek semua? Mengapa kau bilang Dokter Indonesia bajingan semua? Mengapa kau bilang SEMUA DOKTER SAMA SAJA? Totem pro parte.

Saudaraku,
“Malapraktik” bagaikan kata “Avada Kedavra” di telinga kami.
Namun hati-hatilah, mungkin saja Expelliarmus kami berada di pihak yang benar.

Saudaraku,
Kalau kami memang brengsek
Namun kau terus memaki kami
Kapan kami akan lebih baik?
KALAU kami memang brengsek tapi ya

Saudaraku,
Kami akan berusaha untuk lebih baik.
Kami akan memperbaiki komunikasi kita bersama.
Namun,
Kalau kalian tidak mendukung kami,
Bagaimana mungkin itu terjadi?