Langit kelabu
Kilat berburu
Guntur bertalu
Bumi hanya bisa menatap murka langit dalam diam membisu

Namun di situ
Di tepi awan beledru
Masih tersisa bingkai emas sisa surya yang hampir mengabu

Sela awan
Tiada surya senyum rupawan
Namun jari jemarinya dengan kokoh masih menggapai perlahan

Ayo Sahabatku
Walau napas memburu
Walau waktu terburu
Kau pasti bisa menghunjamkan pedangmu di ulu Sang Waktu

Matahariku, Masih ada waktu