Sebagian besar orang menganggap bahwa kuliah adalah kelanjutan dari SMA saja. Bahkan, kuliah dianggap suatu kemewahan yang sebenarnya tidak perlu. Namun, sebuah kata-kata dari seorang bijak yang saat ini menjabat sebagai Ibu saya berbunyi:

“Orang yang lulus dari kuliah, dibandingkan dengan orang yang langsung kerja selulus SMA, memiliki tingkat kematangan yang berbeda.”

Kata-kata di atas adalah pembuka untuk tulisan ini.

Kuliah, berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya, tidak lagi sekedar bergelut di bidang pewarisan ilmu pengetahuan, namun lebih bergerak di bidang penyiapan diri untuk menghadapi kehidupan nantinya. Kuliah bukan lagi sekedar jenjang pendidikan spesialistik, namun juga sebagai arena latih kemandirian seseorang untuk menghadapai hidup nantinya. Di sinilah para mahasiswa akan menghadapi yang namanya tantangan hidup dalam bentuk semi-simulasi. Mengapa disebut semi-simulasi, karena apa-apa yang akan kita hadapi pada kehidupan kuliah nantinya akan memiliki sebab dan akibat yang riil, namun tidak seekstrim kehidupan yang sebenarnya.

Di kuliahlah kita akan menghadapi yang namanya beribu-ribu karakter manusia, dari idealis sampai oportunis. Beribu-ribu masalah, yang bervariasi dari kerikil di sepatu kiri sampai dengan pengkhianatan. Walaupun dalam skala kecil, apa-apa yang akan kita alami di sini mewakili kehidupan yang sebenarnya. Di sinilah, kita akan belajar untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya, karena di sinilah kita akan menghadapi hal-hal yang akan kita hadapi di kehidupan tanpa risiko sebesar hidup itu sendiri.

Namun, semi-simulasi ini tidak ada dalam kurikulum manapun. Oleh karena itu, semuanya terserah pada mahasiswa itu sendiri. Apakah ia akan mengambil kesempatan untuk belajar hal-hal ini, ataukah ia akan menutup mata dan hanya menjalani sisi wajib dari sebuah kuliah, yaitu kurikulum pendidikannya saja.

Jadi, buatmu yang beruntung mengecap jenjang pendidikan tinggi, akankah kau mengambil kesempatan baik ini?

PS: Apapun pilihanmu, pesan out of topic untukmu, jangan sekali-kali kau tenggelam dalam jurang kebodohan “tawuran” seperti puluhan mahasiswa kurang kerjaan beberapa universitas yang membuat mahasiswa ko-ass di IGD kerepotan. Ngaku mahasiswa kok kaya orang bego?