“Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan Anda peroleh. Menanam bajik akan menuai bajik. Menanam buruk akan menuai buruk pula. Jika Anda menanamkan benih yang baik, maka Anda menikmati buah yang baik.”
(Samyutta Nikaya I, 227)

Kalimat di atas dapat disederhanakan menjadi:

“Hidupmu adalah milikmu.”

Karma adalah perbuatan. Segala sesuatu yang kita lakukan akan berakibat pula pada kehidupan kita. Oleh karena itu, KITA PUNYA KEMAMPUAN UNTUK MENGENDALIKAN KEHIDUPAN KITA SENDIRI. Pertanyaannya adalah, apakah semua orang tahu akan hal itu?

Orang-orang sering menganggap bahwa hidup ini prinsipnya adalah menyerahkan pada nasib, ataupun Tuhan, ataupun karma. ITU SALAH BESAR. Hidup adalah milikmu sendiri. Karma? Ingat, karma adalah perbuatan kita sendiri. Apapun yang terjadi pada kita, itu adalah akibat perbuatan kita sendiri. Bagaimana mungkin kita menyalahkan pisau yang membunuh? Kitalah yang menggerakkan pisau tersebut.

“Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan takhlukkan itu, berkuasalahatas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
(Kej 1:28b)

Atau disingkat menjadi:

“Kuasailah hidupmu.”

Secara jelas Tuhan telah menyerahkan pada manusia bagaimana ia akan mengatur hidupnya. Tuhan tidak akan bertanggung jawab atas kesalahan manusia, dan juga tidak akan mengambil jasa atas perbuatan manusia. Orang yang menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya adalah orang yang tidak mengerti seberapa besar kekuasaan yang telah diberikan Tuhan atas dirinya sendiri. (Maaf jika ada yang merasa ini terlalu dibuat-buat. Inilah yang saya tangkap selama belajar Katolik selama, yah, 11 tahun)

Apakah kau akan membiarkan hidupmu diatur oleh orang tuamu? Orang tua hanyalah fasilitator dalam menunjukkan dunia padamu.
Apakah kau akan membiarkan hidupmu diatur oleh pola pikir masyarakat?
Apakah kau akan membiarkan hidupmu diatur oleh sebuah peraturan tidak tertulis?

Ataukah kau akan mengukir hidupmu sendiri?

Semua terserah padamu.

Tulisan ini tidak bersifat menyerang ataupun menyindir pihak tertentu. Tulisan ini semata-mata buah pikir penulis belaka. Kritik dan saran yang membangun dapat ditulis di bawah ini.