Aku melolong, menatap langit dengan penuh kesombongan
Akulah makhluk tertinggi di dunia!
Aku mencaci, aku memaki
Aku mencengkram bumi bagai milikku sendiri

Akulah pusat jagad raya!
Akulah penguasa dunia!
Siapa kau, wahai makhluk rendah?
Kau hanya sebongkah upil yang kusentil, kuinjak, kutanam dalam tanah!

Diam, anjing gila!
Sebuah hardikan makhluk kecil berkaki dua
Aku menoleh dan menatapnya marah
Dan aku berbalik, siap mencabiknya dalam sejuta percikan darah

Ekorku terselip di antara kaki belakangku
Tatapan mataku kejam bagai wajah pemburu
Air liur membanjiri setiap sela bibirku
Tubuhku mengejang penuh nafsu membunuh

Ia menjerit ketakutan
Aku tersenyum penuh kemenangan
Aku melangkah penuh keangkuhan
Mendekati si Tolol yang kaku karna kebodohan

Mendadak
Nyeri, Gelap, menyelimuti sekujur tubuhku
Aku mengeliat marah dan membentak galak
Mencari makhluk busuk yang berani menyentuh wajahku

Di sana, sesosok makhluk berkaki dua yang lebih besar
Yang mengira dirinya pintar
Membawa sepotong pohon tak berdaun tak berakar

Hah!
Kau kira kau bisa mengalahkanku dengan potongan sampah?
Akulah pemilik semua anugerah!
Kau kira siapa dirimu, makhluk tolol dalam bungkus busuknya barah?

Dan sebuah cakar atas kembali melayang
Menggores pipiku, merah membayang
Diam Wanita Jalang!

Memangnya kau siapa?
Wajah tak rupawan!
Jiwa tak menawan!
Emas tak bertuan!
Apalagi yang kau punya?

Aku terpuruk, diam
Tak mampu menyangkal
Dan baru tersadar
Akulah sampah yang sebenarnya