Aku menatap heran pada kebodohan
Aku hanya bisa tersenyum menahan tawa
Dan bentengku goyah
Aku meledak tertawa

Aku hanya tertawa gila di atas orang yang mencoreng wajahnya sendiri dengan abu dari sepatunya
Aku hanya mengakak gila saat orang lain mencela dan menampar diri mereka
Aku terengah-engah kehabisan napas
Lalu aku diam

Aku berpikir
Aku menatap dalam putaran logikaku jauh

Dan aku hanya bisa menghela napas
Tanpa mampu berbuat apa
Biarlah waktu yang menjelaskan semuanya

Dunia memang banyak orang gila
Mungkin aku salah satunya
Dalam gila yang berbeda
Aku gila karena tak mampu memahami orang gila
Mungkin ada orang gila lagi hendak menemaniku di sini?