Sekian lama kuarungi hidup bersamamu
Aku tertawa, kau juga tertawa
Aku berduka, kau ikut berduka
Dahulu kita bagai sejiwa
Namun sekarang, semua t’lah tiada

Kau telah berbeda
Dahulu, kau begitu ceria bagaikan sang surya
Tapi lembutmu melebihi sang candra
Tapi kini, kau telah berbeda
Di depanku, kau topengi wajah tak berdosa
Begitu lugu, tapi hampa tak berjiwa
Karena sesungguhnya, engkau sedang bedusta
Tahukah kau, dirimu tak pandai menipu?
Sekali tatap, t’lah kurenggut topengmu?
Tapi,
Aku berpura tiada tahu

Kuhelai lembar memori
Kucoba mencari
Apa salahku?
Akhirnya, aku tahu
Keparat kau, ternyata kau yang menipu
Di belakangku, kau tidur dengan pria itu!

Aku terpana, aku tak rela
Tapi, itu semua nyata
Karena kau, t’lah katakan semua

Selamat tinggal, kasihku sayang
Selamat tinggal, wanita jalang
Aku membencimu, sampai lubuk hatiku
Bila Tuhan tak menghukummu
Bila setan tak mengutukmu
Biar aku yang membunuhmu!

Kucabik ragamu, kurobek jiwamu
Selamat tinggal, kasihku sayang
Selamat tinggal, wanita jalang
Jangan resah, jangan gelisah
Kita kan bertemu lagi
Di neraka kau menunggu, sampai nanti

Selamat tinggal kasihku sayang
Selamat tinggal wanita jalang
Sekarang, di mana kucari, pejantan laknatmu?