Empat Bersaudara
Lahir dari ibu yang luar biasa
Yang didampingi oleh ayah yang tiada dua
Menyebar di tiga sudut dunia

Suatu kala
Sang Sulung berkata
Biarkan aku melihat dunia!
Aku telah dewasa
Biarlah adik – adik kubawa serta

Sang Ayah pun tertawa
Katanya
Sudah saatnya!
Songsonglah dunia
Restuku besertamu selamanya

Sang ibu berkata
Tinggalkanlah Si Bungsu
Ini belum waktunya
Tunggulah sampai dia cukup dewasa

Maka Si Sulung, Kedua , dan Ketiga menuju Pantai Matahari
Meninggalkan kampung halaman Dataran Angin Mendayu

Sang Sulung merasa kurang
Ia merasa ada yang hilang
Maka ia pun berteriak lantang
Aku sudah cukup matang
Biarkan aku menuju tanah yang lebih menantang

Maka ia pun melaju
Menuju Tanah Ibu
Menuju Kembang Bercumbu

Si Bungsu telah dewasa
Ia datang ke Pantai Matahari
Namun, hanya bersua Sang Kedua dan Ketiga
Ia mulai merasa sepi

Sang Kedua pun berseru
Aku tak tahan lagi!
Aku juga mau pergi
Ke Kembang Bercumbu!
dan ia pun pergi

Sang Ketiga bertahan di Pantai Matahari
Bersama si Bungsu

Si Bungsu merasa kurang
Maka ia berseru lancang
Aku juga mau ke Tanah Ibu
Tapi bukan ke Kembang Bercumbu
Aku mau Kota Bunda!
Dan ia pun menghela kudanya

Sang Ketiga masih di Pantai Matahari
Membangun sebuah negeri
Tertawa lebar menanti
Negeri saudaranya terkasih

Kini Keempat Bersaudara telah berpisah
Sang Ayah dan Ibu hanya bisa menanti
Dataran Angin Mendayu pun mendesah
Menemani kedua orang tua
Yang hanya ingin keluarganya kembali

Empat Bersaudara tiada yang tahu
Apakah Ayah dan Ibu
Sedang menangis pilu
Menunggu Empat Bersaudara kembali bertemu

Kita hanya menunggu waktu