Tiga anak kecil tertawa gembira
Saling bercanda
Tertawa lepas seakan tanpa beban

Namun
Itu hanyalah sebuah awalan
Wajah mereka berubah tegang
Satu anak menyetel ukulelenya
Satu anak mengencangkan karet gendang kecilnya
Satu anak lagi?
Hanya tertawa-tawa saja

Lalu mereka mulai bermain
Menghentak gendang buatan tangan
Menyentak ukulele kecil dengan senar palsunya
Menarik suara sumbangnya
Hanya untuk secercah doa dari penumpang kereta
Dan tentu saja
Cecarik kertas dengan angka di sudut-sudutnya
Bergambar wajah yang tak dikenalnya siapa

Mereka hanya tahu
Bahwa kertas itu pemyambung nyawa mereka
Dari abang setoran yang galak
Dan dari penunggang kuda kedua
Bernama Kelaparan

Pemandangan biasa
Tak ada yang istimewa
Namun
Hari ini aku menangis untuk mereka
Dan aku menangis untuk diriku sendiri

Aku menangis untuk mereka
Makhluk kecil malang yang tawanya lebih lebar dari teman sebayanya
Namun beban hidupnya lebih berat dari manusia dua kali umurnya

Aku menangis untuk diriku sendiri
Makhluk tengik yang tak pernah menyadari diri
Bahwa aku luar biasa
Bahwa aku punya segalanya

Hari ini aku menangis