Melihat Euforia adik-adikku tersayang mendaftar masuk Senat sampai berjumlah 170 orang, yang bisa saya katakan adalah, WOW. Sebegitu bersemangatkah kalian memberi dan melayani? Atau cuma sekedar euforia karena lulus mabim? Atau lebih buruk lagi, cuma karena mengharap ini itu dari organisasi? Bisa sirkumsisi, bisa manajemen waktu, bisa penelitian, atau yang lebih membuat saya pedih, supaya Curriculum Vitae anda rame?

Saya tidak akan mengadili kalian di sini. Saya tidak akan mengatakan bahwa alasan kalian baik, alasan kalian jelek, dan apapun. Saya cuma mau mengatakan, sebuah hal yang hanya sedikit dari kakak kalian berani katakan:

“Adikku, Kehidupan Berorganisasi tidaklah semenyenangkan yang kalian harapkan.”

Kalian akan menemukan banyak pekerjaan. Masalah. Pengorbanan. Sakit hati. Kecewa. Banyak lagi. Dan yakinlah adikku, ketika kalian mengharapkan ini itu dari sebuah organisasi, kalian akan kecewa, karena tidak ada baju yang tanpa cacat saat dikenakan pemiliknya.
Ketika kalian menghadapi itu semua, kembali lagi saya akan bertanya, apakah kalian siap untuk menelan mentah-mentah itu semua dan terus bertekun meniti organisasi kalian? Ataukah kalian akan kabur dan bilang, ternyata organisasi Anu tidak sesuai dengan yang saya bayangkan?

Adikku, kehidupan berorganisasi adalah kehidupan saling melayani. Apapun organisasi itu. Kalian melayani teman kalian. Kalian melayani mahasiswa secara keseluruhan. Kalian melayani masyarakat. Kalian melayani seluruh rakyat Indonesia. Kalian hanyalah melayani dan melayani.

Kalau begitu, selayaknya manusia yang mengharapkan pamrih, apa yang akan kalian dapatkan? Jawab saya, tidak ada. Ketika kalian mengharapkan sesuatu, kalian akan kecewa. TAPI, ketika kalian tidak mengharapkan apa-apa, dia akan datang menghampiri.

Saya tidak menyatakan kalau kalian tidak boleh mengharapkan apa-apa. Namun, janganlah jadikan harapan itu sebagai landasan kalian masuk organisasi. Karena, ketika kalian tidak memperoleh itu, maka kalian akan kecewa, meninggalkan organisasi tersebut, dan akhirnya, organisasi maupun kalian kehilangan satu sama lain.

Ingat adikku, kekecewaan terbesar lahir dari harapan. Kejutan terbesar lahir pada saat tak terduga.
Selamat datang di IKM FKUI dan Kehidupan Berorganisasi!