Kamis, 4 Desember 2008
Advance
1. Dikerubungi Bapak-Bapak RT yang berpakaian loreng tentara, berotot, dan marah-marah karena ketololan dari pihak desa. Dan kita yang harus menanggungnya!
2. “Mas, boleh gak kita sebagai Pak RT nambahin harga buat kupon sembakonya? Jadi 4000, 5000 gitu. Hitung-hitung kan uang jalan….”
3. “Mas, ada gak jatah buat RT-nya?”

Jumat, 5 Desember 2008
Hari 1
1. Nindy bertemu cinta masa kecilnya di IPB dengan nama R***o.
2. Jadi kuli beras 50 kilo.
3. Menenangkan Kades yang marah-marah karena sesuatu yang konyol dan sebenarnya lebih berhubungan dengan masalah harga diri.
4. Rumah yang berhantu…. (Rumah Mele ama Bie tuh! Bikin heboh malem2 aja)

Sabtu, 6 Desember 2008
Hari 2
1. Penyuluhan Anak-Anak yang siiiinngg….
2. Pengobatan Massal yang brutal, tapi anehnya, kurang dari sasaran.
3. Membantu M*** mengerti arti sebuah kebodohan.
4. Ada Makrab! Dengan Persembahan dari Anak-Anak Desa dengan lagu yang OMG, kaya Lets dens tugeder (Let’s Dance Together maksudnya, tapi anak-anaknya nulis gitu), Dokter Cinta, dan Belah Duren (ini sumpah pornoaksi anak abis) sampai-sampai merubuhkan layar tancep, dan bikin Ardeno mendapat julukan baru….
5. Ada yang disayangkan, Makrab di sini, Tahlilan di sono… Mana ada yang khusyuk?
6. Kamar Mandi Balai Desa yang Ghoib, airnya mati tapi bisa banjir….

Minggu, 7 Desember 2008
Hari 3
1. Membantu pembantaian kelamin anak-anak.
2. Anak-anak yang herannya suka banget menonton temen-temennya dibantai, sampai harus diusir mulu, kaya lalat, diusir ntar balik lagi.
3. Menjebak Kak Titi.
4. Melawan Senior (Buset dah! Menolak disirkum kan HAM)
5. Pas pulang, ada anak yang terjun ke sungai dari jembatan yang ketinggiannya kurang lebih 20an meter. Hebat-hebat ya anak kampung.

Sepanjang Cherish:
1. Ceng2in anak-anak (biar asik)
2. Jadi seksi sibuk
3. Jadi seksi hura-hura
4. kamar mandi open air dan gak ber-WC (minjem balai desa deh, hahaha). Tapi ibunya baiiiik banget.
5. Ternyata cinta R dan E bersemi…. tapi R-nya sekarang ada dua!

Buat panitia, luar biasa! Cherish kali ini (yang pertama yang w ikuti hari H-nya, hehehe) sangat berkesan! Sayang, ada beberapa kendala kecil, baik dari panitia maupun dari masyarakat. Anyway, bagus banget! W mewakili Hanif cuma mau bilang, buat anak Pengmas di sini, kita bisa tenang mewariskan roda Pengabdian Masyarakat kita.