You are currently browsing the category archive for the ‘Sebuah Tawa’ category.
Tinggal di Jakarta tiga tahun berhasil mengumpulkan daftar ini. Ada bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun jarang digunakan, ada bahasa Indonesia yang dikorupsi, ada bahasa anehnya orang Jakarta, ada penggunaan bahasa asing yang diindonesiakan, ada istilah kedokteran ala Indonesia, ada bahasa daerah, dan lain sebagainya. Ada tambahan lagi?
Alay –> Anak layangan; kampungan; norak; mendekati menjijikkan
Anjrit –> penghalusan dari anjing, sebuah kata latah saat terkejut
Anyang-anyangan –> Perasaan ingin kencing namun tak bisa
Anying –> buatan anak CC, versi lain dari anjrit.
Autis –> biasa buat mengejek orang yang asyik sendiri dengan suatu hal
Ayam Kampus –> mahasiswi yang bispak, bisyar.
Bebek Peking –> WTS impor dari China
Begah –> Rasa sangat kenyang, kembung
Beser –> kencing yang sangat banyak dan lama
Bispak/Bisyar –> Bisa pakai, artinya wanita yang bisa diajak berhubungan badan dengan kesenangan belaka; bisyar: bispak tapi bayar, mirip WTS, namun masih memiliki status lain di luar
Bokep –> porno, berasal dari korupsi kata Be-Ef (Blue Film)
Boker –> BAB
Bonyok –> Bokap Nyokap, artinya orang tua
Cape deh –> Ungkapan heran/sebal dengan ketololan/keanehan seseorang
Cayo –> Berasal dari Jia You (加油), bahasa mandarin yang berarti ucapan semangat
Ciao –> Tidak jelas, namun kurang lebih berasal dari kata Cao, bahasa hokkian yang berarti pergi, yang diartikan sebagai “Pergi dulu ya.”
Cincai –> Berasal dari bahasa hokkian, yang berarti “jangan terlalu perhitungan lah.”
C*li –> masturbasi
Dudul –> berasal dari dodol, kurang lebih berarti bodoh, namun lebih halus dari itu dalam hal omelan.
Dung-dung –> Dungdung –> dudung –> dudul. Lihat dudul.
Eke-Yei –> Aku-Kamu. Bahasa sebagian transeksual
Gua-Lu –> Aku-Kamu. Versi lain dari Gue-Elo
Gue-Elo –> Aku-Kamu
Gumoh –> Sendawa bayi setelah minum susu
Handskun –> sarung tangan karet sekali pakai paramedik, berasal dari bahasa Belanda, Handschoen
Ini anak, itu orang, dsb yang menyalahkan EYD –> Sama dengan anak ini, orang itu.
Jablay –> Jarang dibelai, berarti wanita yang ditinggalkan suaminya (dari lagu Jablay – Titi Kamal), namun sekarang lebih berarti WTS.
Jayus –> Melucu gak lucu.
Jiah.. –> Ungkapan yang kurang lebih berarti Yah.., berupa rasa kecewa
Jing –> Buat memanggil temen akra (untuk orang2 tertentu saja), berasal dari kata Anjing
Jiper –> Tidak PD, jatuh sebelum bertanding
Kaskusers (Bata, cendol, (jura)gan, Pertamax, Klimax) –> Waduh, harus maen Kaskus baru bisa ngerti
Kecipirit –> Mencret
Kelar –> Selesai
Kesambet –> Kerasukan roh halus
Kopasus –> Kopi paste (copy paste) ubah sedikit
Kuncrit –> Makian cukup kasar, entah berasal dari mana.
Kunyuk –> Monyet
Lebay –> Berlebihan
Lenje –> Melambai, kemayu untuk lelaki
Letoy –> lemas
Lu orang –> kalian, berasal dari terjemahan langsung bahasa hokkian
Lu punya –> kata ganti kepunyaan
Mangkus & Sangkil –> Efektif dan Efisien
Memble –> Lemah
Mene ketehek –> Mana kutahu
Monyong –> Bibir yang dimajukan
Monyrit, Babrit? Gak ada? –> Bentuk yang seharusnya ada, mengikuti Anjrit, namun anehnya, tidak ada
Ngeh*k –> berhubungan badan
Nyambi –> Sambil
Ogut-Ente –> Aku kamu
Pecicilan –> Petakilan, tidak bisa diam
Pengokot –> Stapler
Petakilan –> tak bisa diam
Peyang –> penyok
Plis deh –> Ungkapan kesal
Ruang OK –> Ruang Operasi, bahasa belanda
Sahih –> teruji kebenarannya, valid
So What Gitu Lho? –> Memangnya kenapa?
Sob –> Sobat, sahabat
Songong –> sombong, angkuh
Sotoy –> Sok Tahu Oy!
Spuit –> Jarum suntik
Stakmin –> Santai aja
Tahiks — Kotoran, ungkapan rasa terkejut
Tahu! –> Untuk menyatakan tidak tahu
Termehek-mehek –> Menyedihkan, penuh ratap tangis (hahaha)
Tokai –> Kotoran
Unggah/Unduh –> Upload/download
Wuanjrot –> Anjrot –> Anjrit.
Yaelah –> Ungkapan yang kurang lebih berarti Ya Ampun, Ya Tuhan.
Yoi, (Mamen!), Yohah, Yongkru –> Iya!
YuesBi –> USB, kesalahpahaman dalam menyebutFlashdisk
Ada lagi yang mau nambahin? Terima kasih kepada Sdri. Lita, Sdr. Mando, Sdri. Echi, Sdri. Dessy, Sdri. Nuril, Sdr. Andreas atas kontribusinya.
PS: Mengapa sebagian besar isinya bahasa makian?
K0MP4S.Com Slap him if you wanna him alive. Kalimat ini adalah kalimat yang paling sering teriang-iang di telinga para veteran yang bekerja di lingkungan sangat dingin, misalnya di kutub. Hal ini disebabkan karena ada kepercayaan bahwa jika kesadaran seseorang menurun akibat hipotermia, maka akan lebih sulit untuk menaikkannya kembali dibanding dengan mempertahankan kesadaran tersebut di tingkat tertentu, walaupun dengan cara memberikan rasa nyeri. Namun, pepatah ini ternyata juga berlaku pada kasus yang terjadi di Wensington, Alaska.
James Bullspitt tidak pernah menyangka bahwa ia akan menyelamatkan nyawa saudara kandungnya, Phillip, ketika ia menampar saudaranya itu di tengah tiupan angin dingin di Alaska saat itu. Namun itulah yang terjadi ketika Phillip diserang oleh seekor beruang ganas.
James, Phillip, dan ayah mereka, Barn, sedang menyeberangi lautan salju menuju cottage mereka ketika seekor beruang, tanpa provokasi, menyerang Phillip. Sebuah cabikan merobek dinding perutnya, walaupun tidak lebar, namun cukup dalam sehingga Phillip langsung tersungkur kehabisan darah. Setelah mengusir beruang itu dengan tembakan senapan ke udara, Barn mencoba menghentikan perdarahan dengan menekan luka dengan segumpal kain cabikan jaketnya. Namun, darah terus merembes. James yang ketakutan melihat darah yang terus mengucur dari perut Phillip hanya bisa menatap cemas. Dalam paniknya, satu-satunya kata-kata yang mengiang-iang di telinganya membuat ia menampar Phillip dengan kuat dua kali tanpa sempat dicegah ayahnya. Ajaib! Darah berhenti merembes secara perlahan, dan Phillip berhasil ditolong.
Dokter yang menyelamatkan Phillip, Rodri Chen, MD, mengatakan bahwa cara yang tak sengaja dilakukan James, adalah cara yang mungkin tidak lazim untuk menghentikan perdarahan, namun memiliki unsur fakta medis di dalamnya. Rasa nyeri dapat merangsang tubuh untuk memproduksi adrenalin dalam jumlah besar secara mendadak. Adrenalin memiliki salah satu fungsi yaitu vasokontriksi, menyempitkan pembuluh darah tepi, sehingga dapat menghentikan perdarahan. Tentu saja, kadar adrenalin tersebut tidaklah cukup untuk menghentikan perdarahan besar, sehingga dap atau menekan luka tetaplah diperlukan. Cara ini juga hanya boleh dilakukan dalam keadaan emergensi, karena menyebabkan trauma fisik. Selain menampar, cara yang dianjurkan antara lain menekan tulang dada dengan buku-buku jari, menjepit kuku, atau menekan daerah di sekitar mata (periorbital). Cara-cara tersebut lebih mengurangi trauma fisik tanpa mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan.
Jadi, siapkan hati anda untuk menampar yang terkasih anda, untuk menyelamatkan hidup mereka. (rd)
Cat: Berita palsu ini hanya untuk lucu-lucuan, dan tidak untuk disebarkan tanpa keterangan bahwa berita ini palsu! Saya sangat membenci hoax, oleh karena itu, bagi siapa yang menggunakan berita ini untuk mengganggu ketentraman orang lain, semoga ia diganjar UU ITE.
Hari ini, sepulang dari makan malam dari Jl. Jatinegara, saya berjalan melalui gang kosan saya, masuk melalui Jl. Salemba Tengah. Di gang tersebut, tampak masih banyak anak-anak yang bermain di jalanan gang tersebut. Pemandangan yang sudah biasa. Namun, sebuah pemandangan berikut ini membuat saya tersenyum kecil di saat mengingatnya kembali.
Dalam gelap, sesosok anak kecil berambut panjang, yang dengan memicingkan mata sejenak (Ya, benar. Saya masih bisa memicingkan mata) disimpulkan bahwa begundal cilik yang satu ini berjenis kelamin wanita. Namun, yang membuat saya takjub adalah bocah ini sedang memperagakan kuda-kuda silat! Ditambah lagi, berikutnya ia menyusul dengan satu tendangan punggung dengan kaki kanan, lalu tendangan tanpa bayangan (ya iyalah, gelap gitu) dengan kaki kiri! Luar biasa! Di sebelahnya seorang bocah cilik masih berseragam pramuka yang walaupun berambut sangat pendek, namun saya sempat identifikasi sebagai wanita juga saat siang hari, juga memeragakan jurus-jurus silatnya! Ck ck ck, saya pikir, ternyata anak cewe zaman sekarang mainnya berantem-beranteman.
Ketika Roro dan Loro itu berhenti bersilat, mendekat tiga orang bocah lainnya yang mudah-mudahan saya tidak salah identifikasi, berjenis kelamin laki-laki. Sambil berjalan ala pahlawan kebenaran (satu di tengah jalan agak depan dikit, yang berdua mendampingi kiri dan kanan, agak munduran dikit), mereka bertiga mendekat ke arah kedua wanita tangguh itu, sambil berkata, “Kita bertiga aja deh! Boleh gak?”
GEDUBRAK! Ternyata emansipasi wanita telah mencapai taraf sedemikian rupanya, sehingga pertarungan melawan kedua wanita perkasa itu baru seimbang dengan tiga orang bandit cowo.
Masih takjub, saya hanya bisa berjalan melalui kelima bocah dengan permainan khayalan mereka, sambil berpikir, betapa bangganya R.A Kartini pada Roro dan Loro Paseban itu.
Sambil melirik kesana kemari, perlahan-lahan aku keluar dari tempat persembunyianku. Terima kasih pada Sang Kuasa, bahaya tidak pernah menengok ke arah tempat tersebut. Pelan-pelan aku melayang menembus sela pagar kawat tersebut dan masuk ke ruangan di mana kemarin aku menemukannya, sebelum racun keparat itu menginvasi saluran pernapasanku. Untung saja aku berhasil kabur.
Itu dia! Teronggok di dalam kegelapan, aku melihat sosok makhluk gemuk yang akan menjadi korbanku malam ini. Aku melayang dalam kegelapan, penuh rasa angkuh dan puas. Dengan rasa curiga aku mencoba mengendus jejak-jejak racun yang mungkin bersembunyi untuk menyergapku. Tidak ada. Saatnya berpesta!
Aku mengitari makhluk tersebut. Dengan perlahan, akhirnya aku hinggap dan menyeringai. Ingin rasanya langsung kusantap makhluk malang ini, namun sebuah perasaan tidak tenang mengusikku. Tak pernah sebelumnya firasatku menyesatkanku, dan kuharap begitu juga saat ini. Namun, saat aku menatap kembali korban yang tidak bergerak tersebut, rasa lapar meraung-raung dan menggerogoti pikiranku. Ah Persetan! Yang penting rasa laparku hilang dahulu! Segera aku menerkam mangsaku, ketika….
ARRRRGH! Mendadak semuanya menyilaukan. Aku terburu-buru melayang kembali, terbang sembarang arah dalam buta sementaraku akibat cahaya mendadak itu. Terdengar kebutan aneh yang mencurigakan, dan firasatku mengatakan bahwa apapun itu, suara tersebut kemungkinan besar berbahaya. Kali ini, aku percaya sepenuhnya pada firasatku. Aku mencoba menjauhi suara tersebut, akan tetapi….
ZZZZPP!
Firasatku benar sekali lagi. Bunyi tersebut adalah bunyi terakhir yang kudengar sebelum aku jatuh lunglai mencium tanah, seluruh tubuhku remuk rasanya. Apapun yang menyentuhku, rasanya menghancurkan tubuhku luar dan dalam. Sempat kucium bau aneh di sekitar tubuhku. Inikah bau kematian? Perlahan pandangan mataku yang silau tadi menggelap. Aku masih sempat menangkap sekilas calon, atau mungkin, mantan korbanku yang menatap marah ke arahku, sebelum akhirnya gelap menyelubungiku.
Masih terdengar makiannya sebelum aku tenggelam dalam kematian,”Nyamuk SIALAN!”


