Aku hanya mampu menatap pedih jauh menembus setiap tatahan manusia di atas bumi
Aku hanya mampu menatap kosong jauh tanpa mampu mencerna makna setiap detak jantungku sendiri
Aku hanya mampu menatap jari-jariku sendiri di bawah curahan sinar mentari yang tidak mau peduli
Aku hanya mampu menatap sosok terbujur kaku yang telah mengukir hidup dan hariku di dunia ini

Aku hanya mampu menatap kosong dalam bisu

Aku tak mampu menjerit
Aku tak mampu menangis
Aku tak mampu berduka
Aku tak mampu membenci Sang Kematian yang tidak punya hati

Aku hanya mampu menatap kosong dalam bisu

Sosok-sosok yang tak mampu aku cerna keberadaannya menghampiriku
Sosok-sosok itu memelukku
Sosok-sosok itu menangis untukku
Sosok-sosok itu mencengkramku kuat, mencoba menenangkanku dari rundungan duka

Aku?
Aku hanya mampu menatap kosong dalam bisu

Aku tersentak
Aku terbangun
Aku menatap sela jariku menembus gelapnya malam
Aku membongkar setiap goresan memori dalam selaput kelabuku
Dan aku menghela napas lega

Aku menangis

About these ads